Seusai upacara, Didi dan teman-teman kembali ke kelas. Bandi berkata kepada Didi, “Kasihan sekali, ya Opa Oma di panti wreda. Mereka kesulitan makan. Padahal, aku sering membuang-buang makanan. Setiap aku meminta makanan apa pun, orangtuaku juga selalu menyediakannya. Karena merasa nggak akan kekurangan, aku jadi nggak menghargai makanan.”
Waduh , Bandi kok menyia-nyiakan berkat Tuhan, ya! Adik-adik, mari kita membaca Kejadian 25:29-34! Esau adalah anak sulung. Sebagai anak sulung, ia memiliki hak khusus, yaitu hak kesulungan. Biasanya anak sulung akan memiliki warisan yang lebih besar dari adik-adiknya. Namun, Esau tidak menyadari betapa berharganya hak kesulungan ini. Esau menyia-nyiakannya. Ia menukar dengan semangkuk sup kepada adiknya, Yakub.
Adik-adik, Tuhan telah memberkati kita dengan berkat terbaik seperti makanan, pakaian, keluarga, sekolah, dan lain-lain. Jangan sia-siakan berkat Tuhan, ya!
Doa: Bapa di surga, ajarlah aku untuk menghargai dan menggunakan
berkat-berkat-Mu dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
