Pernahkah kamu mendengar istilah mentalitas pemenang? Mentalitas pemenang bukanlah kondisi ketika seseorang tidak pernah gagal. Mentalitas pemenang berkaitan dengan pola pikir dan sikap batin yang memandang tantangan dan persoalan sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Orang yang memiliki mentalitas pemenang adalah orang yang berani bangkit dan menghadapi tantangan, walaupun ia dikhianati atau diperlakukan tidak adil.
Kisah Para Rasul 7:9–16 merupakan khotbah Stefanus yang mengutip kembali kisah Yusuf. Yusuf memiliki mentalitas pemenang. Ia diperlakukan tidak adil oleh saudara-saudaranya yang iri hati kepadanya. Ia dijual ke Mesir sebagai budak dan mengalami berbagai kesulitan. Namun, ia tidak tenggelam dalam keputusasaan dan dendam. Ia tetap mampu melihat penyertaan Allah sehingga Allah memakainya untuk menyelamatkan orang-orang Mesir dan keluarganya dari bencana kelaparan. Bahkan, Yusuf menjadi penguasa kedua setelah Firaun. Yusuf menunjukkan mentalitas pemenang. Ia dapat merespons keadaan kelam dengan iman yang teguh.
Youth, bagaimana dengan hidupmu? Semakin dewasa, kamu pasti semakin menyadari bahwa hidup ini penuh tantangan. Realitas hidup tidak selalu sesuai dengan ekspektasimu. Kamu bisa saja mengalami keterpurukan karena ketidakadilan yang terjadi dalam hidupmu. Namun, jangan sampai pengalaman pahit itu menentukan identitasmu. Tetaplah percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah bagimu. Karena itu, tetaplah maju di dalam iman, sebab Tuhanlah yang membuatmu menang melampaui segala tantangan.
- Bagaimana Allah membalikkan kondisi Yusuf dari budak menjadi penguasa?
- Pernahkah kamu merasa Allah sedang memprosesmu untuk memiliki mentalitas pemenang? Dalam hal apakah?
Pokok Doa: Pemuda/i Kristen memiliki mentalitas pemenang.
