Ketika temanmu terjebak pornografi, janganlah kamu menghakiminya. Mengetahui bahwa seorang temanmu kecanduan pornografi memang bisa membuatmu kaget, mungkin kecewa, atau bingung harus berbuat apa. Dalam situasi itu, Tuhan memanggil kamu untuk menolong dengan kasih. Orang yang sedang dalam masalah membutuhkan teman yang tetap hadir, bukan yang menjauh. Kecanduan pornografi bukan hanya soal moralitas; kadang hal tersebut menyangkut luka batin yang belum sembuh, rasa kesepian, dan rantai kebiasaan yang sudah terbentuk.
Paulus mengingatkan jemaat di Galatia untuk memiliki kepekaan terhadap sesama yang melakukan kesalahan atau pelanggaran. “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Memberi pertolongan adalah perintah Tuhan bagi kamu. Kamu yang saat ini mungkin sedang kuat harus membantu temanmu yang sedang mengalami kesulitan. Tujuannya, selain agar temanmu mampu melewati masa sulitnya, melalui itu kamu pun memperkuat diri agar tidak jatuh dalam pencobaan. Apa yang dialami teman yang kamu bantu bisa menjadi proses pembelajaran yang baik tanpa kamu perlu mengalaminya sendiri.
Teens, kalau kamu bertemu dengan teman yang sedang mengalami kecanduan pornografi, pandanglah itu sebagai kesempatan yang Tuhan berikan untuk kamu menolongnya. Pertama, yang perlu kamu lakukan adalah mendengarkan tanpa menghakimi. Bukalah ruang aman bagi temanmu agar ia bisa jujur menceritakan pergumulannya. Kedua, arahkan dia pada pertobatan dan pengharapan dalam Kristus. Tegaskan bahwa kasih karunia Tuhan lebih besar daripada dosanya. Ketiga, bantu dia dengan langkah nyata: berdoa, ajak pelayanan, dan sarankan untuk bercakap-cakap dengan konselor atau pendeta. Doakan dia juga secara rutin dalam setiap momen doamu.
