Didi diajak Bandi menyontek saat ulangan. “Ayo, biar gampang!” kata Bandi. Namun, Didi ingat pesan orang tuanya untuk tidak berbuat curang. Didi memilih mengerjakan soal sendiri, meskipun sulit. Hasilnya mungkin tidak sempurna, tetapi hatinya tenang karena ia sudah melakukan yang benar.
Adik-adik, mari kita baca Ayub 28:28! Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa menjauhi kejahatan adalah akal budi. Artinya, anak yang bijak adalah anak yang tahu menolak hal-hal yang salah. Kadang kejahatan terlihat mudah dan menyenangkan, seperti menyontek atau berbohong. Tetapi Tuhan mau kita berani berkata “tidak” pada hal yang jahat. Dengan menjauhi kejahatan, kita menunjukkan bahwa kita benar-benar mengasihi dan menghormati Tuhan.
Adik-adik, yuk belajar menjauhi kejahatan setiap hari. Tuhan senang jika kita menolak ajakan untuk melakukan hal yang salah. Mintalah Tuhan memberi kita hati yang kuat dan berani, supaya kita bisa menjauhi kejahatan dan hidup menyenangkan hati-Nya setiap hari.
Doa: Bapa di surga, tolong aku setiap hari agar berani menjauhi perbuatan
jahat. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
