Kiki dan Didi sedang mengunjungi sebuah pameran seni. Mereka sedang menikmati sebuah lukisan ketika mendengar suara cukup keras. “Ah, begini aja masa dipamerkan. Jelek begini aku juga bisa!” ujar seorang laki-laki paruh baya kepada seniman yang hadir di situ. Setelah mengucapkan komentar yang pedas, laki-laki itu pergi. Wajah sang seniman terlihat lesu. Ia terpukul oleh perkataan yang diucapkan si laki-laki.
Adik-adik, apa yang keluar dari mulut seseorang tidak selalu baik. Yuk, kita baca sama-sama Amsal 15:1-4! Di situ disebutkan bahwa ucapan bisa berdampak baik atau buruk. Ucapan bisa membangkitkan atau meredakan amarah. Ucapan juga bisa menyakiti atau menghibur. Semua bergantung pada kata-kata yang kita pilih untuk dikeluarkan. Sebagai anak-anak Tuhan, ucapan kita harus menunjukkan kasih.
Adik-adik, yuk, kita belajar untuk berhati-hati dalam berucap. Mari belajar untuk menjaga mulut. Biarlah kata-kata yang kita ucap-kan itu membangun, bukan menjatuhkan.
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk menjaga ucapan. Bantu aku agar
kata-kataku mengasihi orang, bukan menyakiti. Dalam nama
Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
