Sejak bayi, manusia secara naluriah tertarik pada cahaya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir akan memalingkan kepala mereka ke arah sumber cahaya, bahkan sebelum mereka mengenali wajah orangtuanya. Manusia dari zaman ke zaman terus mengembangkan berbagai alat penerangan untuk mengatasi kegelapan. Terang adalah sebuah kondisi yang mendatangkan rasa aman dan tenteram, sekaligus menjadi arah tujuan.
Dalam teks Alkitab yang kita baca, Sang Hamba menyampaikan panggilan dan misinya dari TUHAN. Dalam ayat nas kita dinyatakan bahwa ia tidak hanya dipakai untuk membangun kembali bangsanya, tetapi juga untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Karyanya bukan hanya bagi umat Israel, melainkan juga bagi seluruh dunia. Ia akan menjadi terang yang berarti membawa keselamatan bagi semua bangsa.
Sahabat Senior, banyak orang berpikir bahwa usia kita saat ini adalah waktu untuk “pensiun” dari aktivitas pelayanan dan karya bagi Tuhan. Namun firman Tuhan hari ini berkata bahwa kita harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Artinya, Tuhan menginginkan kita terus bersinar, bahkan di usia kita saat ini. Mungkin tidak lagi dengan kekuatan fisik, tetapi dengan hikmat, kasih, doa, dan keteladanan hidup, kita dapat menyinari dunia di sekeliling kita.
DOA:
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah selesai memakai hidup kami. Ajar kami untuk tetap menjadi terang di masa tua kami. Amin.
