Enrico kedatangan Doni, sepupunya yang sudah yatim piatu yang merantau ke rumahnya untuk sekolah. Doni merasa nyaman tinggal di rumah Enrico, sebab Enrico memperlakukan Doni seperti kakaknya sendiri. Ia selalu menunggu Doni untuk pulang sekolah bersama dan mereka selalu bercerita di meja makan ketika makan bersama. Di rumah saudara yang sebelumnya, Doni merasa tertekan karena ia jarang diajak berbicara. Ia juga pernah tidak sengaja mendengar percakapan orang tua asuhnya bahwa ia dianggap sebagai “beban” dalam keluarga tersebut. Suatu kali, ketika Doni menang lomba bermain musik dan mendapat hadiah, ia mentraktir Enrico dengan hadiah yang diperolehnya. Bagi Doni, Enrico juga sudah seperti adiknya sendiri.
Berbeda dengan Enrico dan Doni, Yakub diperlakukan seperti orang asing di rumah Laban. Anak-anak Laban sering membicarakannya di belakang. Yakub bahkan dituduh memperkaya diri sendiri dengan harta yang ia ambil dari Laban. Padahal, apa yang ia dapat adalah upah hasil kerja kerasnya untuk Laban yang sering kali juga dicurangi. Karena keterasingan yang dialami Yakub, TUHAN pun mengeluarkan Yakub dari rumah Laban dan berkat TUHAN bagi Laban melalui Yakub juga terhenti.
Teens, rumah adalah tempat di mana kita dapat menjadi diri sendiri dan merasa diterima. Setiap orang seharusnya saling menyambut dan saling menerima di rumah, sehingga kita dapat melakukan banyak hal dan saling mendukung menghadapi tantangan di luar rumah. Terlebih lagi, Tuhan memberi berkat bagi keluarga melalui setiap orang yang tinggal di rumah. Karena itu, sambut dan terimalah setiap orang yang tinggal di rumahmu. Sebagai anak Tuhan, adalah tugasmu untuk memastikan tidak ada yang merasa asing di rumah.
