Seorang guru membawa sehelai kain putih yang besar ke hadapan murid-muridnya. Di tengah kain itu, ia membuat satu titik kecil dengan tinta hitam. Kemudian ia bertanya, “Apa yang kalian lihat?” Serentak para murid menjawab, “Titik hitam!” Sang guru tersenyum dan berkata, “Aneh bukan? Padahal kain ini hampir seluruhnya putih. Namun, yang kalian lihat hanya satu titik kecil yang hitam.”
Dalam perjalanan keluar dari Mesir, umat Israel menyalahkan Musa atas penderitaan yang mereka alami. Mereka bersungut- sungut tentang makanan yang mereka makan. Padahal, sebelumnya TUHAN memberikan kemenangan bagi orang Israel saat melawan Raja Arad. Mereka melupakan pemeliharaan dan kasih setia TUHAN. Mereka hanya memusatkan perhatian terhadap hal-hal tidak menyenangkan yang mereka alami.
Sahabat Senior, seperti murid-murid sang guru yang berfokus pada titik hitam di atas kain putih, manusia sering kali berfokus pada penderitaan dan melupakan kebaikan Tuhan. Godaan untuk bersungut-sungut dan tidak bersyukur bisa muncul justru setelah kita mendapatkan berkat atau keberhasilan. Kita sering kali tidak sabar menanggung penderitaan yang terkadang menerpa dan lalu melupakan penyertaan Tuhan yang sering dialami. Mari kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dalam setiap musim kehidupan.
DOA:
Ya Allah, kami mau belajar untuk mengingat kasih dan kebaikan- Mu di saat kami mengalami kesulitan, agar kami tidak menjadi orang yang bersungut-sungut dan berbuat dosa karenanya. Amin.
