Tito pulang ke rumah sedikit tertatih. Terlihat beberapa plester di kaki dan tangannya. “Tito, kamu kenapa?” teriak Mama panik melihat anaknya penuh luka. “Nggak apa-apa, Ma. Tadi ada teman yang jahil mendorong aku,” jawab Tito tenang. “Lalu, Tito gimana?” ucap Mama khawatir sambil memeriksa luka-luka Tito. “Aku bangun lalu menegur dia, tapi aku nggak membalas,” jawab Tito. Mama mendekap anak bungsunya, “Hebat anak Mama, sikapmu dewasa sekali.”
Adik-adik, ketika kita disakiti, wajar jika kita merasa ingin membalas. Namun, firman Tuhan mengajak kita untuk tetap memegang kendali atas diri! Yuk, kita membaca 1 Samuel 24:1-8! Daud diburu oleh Raja Saul yang ingin mencelakainya. Tapi saat Daud bisa membalas, ia tidak melakukannya. Ia memilih mengampuni dan mengendalikan diri.
Adik-adik, yuk kita belajar dari Tito dan Daud. Jika ada yang menyakiti, jangan langsung membalas. Kita bisa bicara baik-baik, dan minta bantuan orang dewasa.
Doa: Bapa di surga, berikanlah aku kemampuan untuk mengendalikan diri.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
