Hidup itu, katanya, seperti lomba maraton, bukan sprint. Banyak remaja memilih “lomba sprint” dalam melakukan pelayanan. Di awal perjalanan pelayanan, semangat mereka begitu menggebu. Mereka mengambil begitu banyak bagian pelayanan, rajin mengikuti PA (Pemahaman Alkitab), dan giat berdoa. Namun, di tengah jalan mulai kehilangan arah, tergoda oleh pornografi, bahkan beberapa menyerah. Padahal, yang Tuhan cari bukanlah mereka yang “hebat di awal”, melainkan yang setia sampai akhir.
Paulus berpesan kepada Timotius untuk tetap mengerjakan tugas pelayanannya sampai akhir. Pelayanan yang dilakukan Timotius bukanlah pelayanan yang mudah. Paulus menekankan pentingnya bersabar dalam penderitaan dan tetap teguh, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Paulus sendiri telah memberi teladan melalui hidupnya. Ia menggambarkan hal itu dengan kalimat, “telah mengakhiri pertandingan….” Artinya, Paulus tetap setia meskipun menghadapi banyak rintangan. Kini, saatnya bagi Paulus menatap janji pengharapan yang Tuhan sediakan baginya, yaitu mahkota kebenaran yang akan ia terima dari Tuhan. Paulus juga berkata bahwa Timotius dan kita semua akan menerimanya ketika kita menyelesaikan tugas kita dengan setia.
Teens, di masa mudamu, godaan akan selalu ada. Menjadi anak Tuhan bukan berarti kebal terhadap pencobaan, halangan, dan rintangan. Kadang, semua itu membuat kamu lelah dan patah semangat. Tuhan memang tidak berjanji bahwa jalan hidup kita akan mudah, tetapi Tuhan berjanji memberi kekuatan untuk bertahan. Mari akhiri pertandingan hidup kita dengan baik. Fokuslah pada Yesus, bangun komunitas yang bertumbuh, jaga iman, dan jangan menyerah ketika jatuh. Bangun kembali dan fokuslah pada janji Tuhan bagi kita. Mari kita bersama-sama menyambut mahkota kebenaran yang Tuhan sediakan bagi kita.
