Meski awalnya ragu, akhirnya Oma Elis menyanggupi untuk menjadi liturgos dalam ibadah intergenerasi di gereja. Ia sudah sangat lama tidak berbicara di depan umum. Ia juga takut pelayanannya akan dicibir karena usianya yang telah lanjut. Namun, para penatua dan pendeta meyakinkannya bahwa ia mampu melaksanakan pelayanan tersebut. Mereka telah lama melihat potensi dalam diri Oma Elis. Pada akhirnya, pelayanan Oma Elis justru menginspirasi jemaat di gereja untuk berani melayani.
Apa yang dikhawatirkan Musa tidak terbukti. Ternyata para tua-tua suku Israel dan seluruh bangsa itu percaya pada apa yang disampaikan oleh Harun dan Musa, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, telah melihat kesengsaraan dan penderitaan mereka, serta siap melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Kekhawatiran Musa hampir menghambat langkahnya dalam melakukan perintah TUHAN. Kekhawatiran itu akhirnya terhapus oleh imannya kepada TUHAN.
Sahabat Senior, terkadang kita tidak menyadari kemampuan diri sendiri, tetapi orang lain dapat melihatnya. Ketika kita diminta untuk terlibat dalam pelayanan dan dianggap mampu melakukan suatu tugas, marilah kita menyambutnya dengan penuh keyakinan akan pertolongan Tuhan. Marilah kita menyingkirkan keraguan dan menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan. Tetaplah menjadi berkat bagi orang lain, meskipun kita telah berusia lanjut.
DOA:
Tuhan, jauhkanlah segala keraguan kami untuk melayani-Mu. Pakailah hidup kami sebagai alat kasih-Mu. Amin.
