Menemukan pasangan hidup adalah hal yang sering kali menjadi pergumulan orang di usia dewasa. Setiap orang memiliki kriteria dalam mencari pasangan hidup. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang seiman atau memiliki tujuan hidup yang sama, lebih mudah menyelesaikan konflik dan membangun komunikasi yang sehat.
Abraham ingin mencarikan istri bagi Ishak. Ia tidak mau Ishak menikah dengan bangsa Kanaan yang tidak mengenal Allah. Ia meminta hambanya untuk mencarikan jodoh bagi Ishak dari tanah asalnya, Ur-Kasdim (Mesopotamia). Namun, ia menolak keras jika Ishak dibawa kembali ke sana. Ia tahu bahwa Allah telah memanggilnya keluar dari sana dan menjanjikan Tanah Kanaan bagi keturunannya. Sebagai pemimpin iman keluarga, Abraham tidak menyerahkan arah hidup Ishak kepada keadaan atau kompromi praktis. Ia tetap berpegang pada iman, bukan pada ketakutan atau logika duniawi.
Sahabat Senior, sebagai orangtua, kita tentu rindu anak-anak menemukan pasangan hidup yang baik. Dari Abraham kita belajar bahwa dalam mencarikan jodoh bagi anak, iman kepada Tuhan harus diutamakan. Abraham tidak mau berkompromi dengan kemudahan atau logika manusia. Demikian pula, kita dipanggil untuk tetap teguh memimpin keluarga dengan iman. Doakan dan arahkan anak cucu memilih pasangan seiman, agar janji Tuhan terus digenapi dalam hidup mereka. Jangan berkompromi!
DOA:
Allah yang penuh kasih, pimpin kami untuk berpegang pada iman dalam mengarahkan anak-anak kami menemukan jodoh yang berkenan bagi Tuhan. Amin.
