Waktu adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita. Ungkapan-ungkapan seperti “waktu adalah uang” atau “orang bijak bukan yang punya banyak waktu, tetapi yang menghargai setiap detiknya”, semuanya hendak mengatakan betapa pentingnya waktu, atau lebih tepatnya, betapa pentingnya pemanfaatan waktu. Segala sesuatu kita kerjakan dalam waktu. Kita dibatasi oleh waktu. Hanya Allah yang berada di luar perangkap waktu. Sebab Dialah penyebab dan pemilik waktu.
Rasul Petrus menulis surat ini kepada jemaat yang sedang mengalami tekanan dan penderitaan. Mereka hidup di tengah lingkungan yang tidak lagi sejalan dengan iman mereka. Godaan untuk kembali mengikuti cara hidup lama sangat besar. Namun, Petrus mengingatkan: waktu yang tersisa dalam hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan hanya demi keinginan manusia. Keinginan manusia sering berpusat pada diri sendiri—mencari kenyamanan, pengakuan, kesenangan sesaat. Sedangkan kehendak Allah berpusat pada kebenaran, kekudusan, dan tujuan kekal. Keinginan manusia bersifat sementara, tetapi kehendak Allah berdampak sampai selama-lamanya.
Youth, semua orang memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari. Yang membedakannya adalah yang kita kerjakan dalam rentang waktu yang sama itu. Manfaatkanlah waktu yang masih ada untuk mengerjakan hal-hal yang sesuai kehendak Allah. Hidup menurut kehendak Allah bukan berarti tanpa pergumulan. Justru sering kali kita harus berani berbeda, bahkan ditolak. Namun, di situlah letak kemuliaannya: hidup kita menjadi kesaksian bahwa Kristus benar-benar mengubah arah dan tujuan hidup kita.
- Apa maksud dari kalimat ”waktu yang tersisa”?
- Bagaimana caramu menggunakan waktu setiap hari?
Pokok Doa: Mohon pimpinan Tuhan dalam menjalani waktu setiap hari.
