Dalam sebuah kegiatan praktik Biologi di sekolah, seorang murid memprotes gurunya. Ia menuduh gurunya memberi mikroskop yang rusak karena ia tidak bisa melihat objek yang hendak diamati. Setelah dicek oleh sang guru, ternyata murid tersebut belum membuka tutup lensa mikroskopnya. Bukan gurunya atau alatnya yang salah, melainkan dia sendirilah yang keliru.
Setelah masa pembuangan di Babel, sebagian umat Israel kembali ke negeri mereka. Mereka mengharapkan pemulihan, tetapi ternyata mereka masih mengalami penderitaan. Tanah mereka masih porak-poranda, para pemimpin mereka berbuat sekehendak hati, ketidakadilan terjadi, dan kejahatan merajalela. Umat Israel pun menyadari bahwa semua itu adalah akibat dosa mereka. Hanya dengan mengakui dosa-dosa mereka, Allah akan memberi pemulihan.
Sahabat Senior, kita sering tergoda untuk menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan, atas masalah atau kesulitan yang kita hadapi. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita untuk terlebih dulu melihat ke dalam hati kita sendiri. Kita diajak untuk mengakui kesalahan kita dengan jujur. Tuhan tidak mencari kesempurnaan dari kita. Dia mencari ketulusan hati yang mau bertobat. Ketika kita jujur di hadapan-Nya, Dia akan memberikan pemulihan.
DOA:
Tuhan, kami mengakui pelanggaran kami di hadapan-Mu. Ampunilah kami, bersihkan kami, dan pulihkan hidup kami. Amin.
