Dalam beberapa ayat Alkitab dinyatakan bahwa Allah adalah Sang Maha Kudus. Oleh karena itu, pada dasarnya tidak ada manusia yang sanggup berhadapan muka dengan muka dalam relasi dengan Allah. Misalnya, dalam Keluaran 3 dicatat bahwa pada awal pemanggilannya, Musa dilarang untuk mendekati semak yang terbakar yang menandai kehadiran Allah. Musa menutupi wajahnya, sebab ia takut memandang Allah.
Oleh karena itu, bacaan hari ini sangat istimewa. Dikatakan bahwa para tua-tua Israel dapat melihat Allah dengan cara yang terbatas, tetapi tidak dibinasakan. Mereka bahkan boleh makan dan minum bersama. Ini merupakan gambaran kemurahan anugerah dan kebaikan Allah. Setelah ikatan perjanjian antara Allah dan umat-Nya dilakukan, Allah berkenan untuk dihampiri oleh umat-Nya. Nats ini menggambarkan sebuah perjamuan yang menandakan bahwa umat Israel, melalui ketaatan kepada Allah, dapat memiliki hubungan yang lebih dekat dengan-Nya.
Sebagai umat Allah yang baru di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita pun mendapatkan kemurahan anugerah dan perkenanan yang serupa. Dalam Surat Ibrani 10:19 dicatat, “Jadi, Saudara-saudara, kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam Tempat Kudus, oleh darah Yesus.” Mari kita tidak menyia-nyiakan anugerah Allah ini. Hampirilah hadirat Allah dengan hati yang tulus. Raihlah rahmat yang Allah sediakan bagi kita yang telah diperdamaikan dengan Allah oleh darah Yesus.
DOA:
Bapa di surga, terima kasih atas kemurahan anugerah-Mu yang memungkinkan kami dapat menghampiri-Mu. Amin.
Kel. 24:9-11; Mzm. 106:1-6, 19-23; Yak. 4:4-10
