Jalan hidup manusia tidak selalu mulus atau lurus. Kadang ada tikungan, rintangan, dan kejutan yang tidak terduga. Namun, justru di situlah Tuhan bekerja. Ia membimbing langkah, membentuk karakter, dan menyiapkan kita untuk tujuan-Nya. Setiap tantangan bukan sekadar hambatan, tetapi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan semakin bergantung kepada Allah.
Kesalahan Musa karena membunuh orang Mesir membuatnya harus melarikan diri ke tanah Midian. Musa mengusir para gembala yang menghalangi ketujuh putri Midian untuk menggembalakan domba-domba mereka. Ayah mereka, Rehuel, mengundang Musa untuk tinggal bersama dan berujung pada pernikahan antara Musa dan putri Rehuel, Zipora. Kelahiran putra pertama mereka, yang dinamai Gersom, memiliki arti penting yang berkaitan dengan kondisi Musa sebagai pendatang di negeri asing. Bagian ini adalah babak transisi dan penyesuaian hidup Musa. Setelah melarikan diri dari Mesir, ia memasuki fase baru yang asing dan menantang. Di Midian, ia belajar menetap, beradaptasi, dan membangun kehidupan baru.
Youth, Tuhan bekerja dalam masa transisi yang tenang dan tersembunyi dalam hidup kita. Dalam situasi ini kita menyiapkan diri, belajar, dan berkembang sebelum memasuki panggilan yang lebih besar. Belajar dari kisah Musa, meski sedang berada di fase menunggu atau jauh dari tujuan besar, kita tetap belajar membangun hidup dengan setia dan bijaksana. Kadang, Tuhan mempersiapkan kita melalui situasi yang sulit, sehingga saat waktunya tiba, kita siap menjalankan rencana-Nya dengan matang.
- Bagaimana Musa dapat menjalin hubungan dengan keluarga Rehuel?
- Bagaimana caramu membangun hidup pada fase transisi yang Tuhan percayakan?
Pokok Doa: Memaknai perjalanan hidup dalam rancangan Tuhan.
