Anak sulungnya tewas dalam tragedi Semanggi I pada tahun 1998. Sebagai seorang ibu, Maria Catarina Sumarsih atau yang akrab disapa Bu Sumarsih, mengalami dukacita dan kehilangan yang mendalam atas kematian Bernardinus Realino Norma Irmawan atau biasa dipanggil Wawan. Dukacita Bu Sumarsih bertransformasi menjadi cinta kepada sesama. Beliau gigih mengadakan Aksi Kamisan di depan Istana Negara untuk memperjuangkan penegakan keadilan.
Umat Israel berkabung. Musa, pemimpin mereka, telah tiada untuk selama-lamanya. Namun, kenangan atas karya Musa sebagai pemimpin mereka tidaklah sirna bersamaan dengan kematiannya. Dampaknya, mereka menangisi Musa. Hal itu tidak hanya berlangsung satu hari atau satu pekan, melainkan selama tiga puluh hari. Dengan pertolongan Allah, Sang Pemimpin yang Sejati, umat Israel mengakhiri masa perkabungan mereka.
Sahabat Senior, peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau tak bisa kita jangkau. Belajarlah untuk menerima kenyataan yang tidak dapat kita ubah. Kita bisa mengalami kegagalan, bersedih, dan meratap, tetapi jangan kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Bangkitlah dari kesedihan dan keterpurukan. Berjuanglah untuk menata hari ini yang lebih baik daripada kemarin. Songsonglah hari esok yang lebih baik daripada hari ini bersama Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami agar dapat mengendalikan diri. Tolonglah agar kami tidak berlarut-larut meratapi apa yang telah terjadi. Amin.
