Bayi yang baru lahir tidak memiliki kebutuhan yang kompleks seperti orang dewasa. Ia tidak membutuhkan selimut berwarna biru atau merah muda; ranjang yang empuk dan mahal; orang tua yang sibuk dengan berbagai urusan; atau mainan yang bagus, keren, dan sedang tren. Yang sungguh-sungguh ia perlukan hanyalah ASI (Air Susu Ibu). Naluri pertama bayi saat lahir adalah mencari payudara atau botol susu agar ia kenyang. Ketika lapar, ia akan menangis dengan keras supaya kebutuhannya terpenuhi. Sesederhana itulah sebenarnya kebutuhan orang percaya akan Tuhan, yaitu kerinduan yang membawa pada pertumbuhan sejati.
Petrus mengajak umat agar tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak penting dan justru menghambat pertumbuhan rohani. Hal- hal tersebut adalah cara hidup lama yang dipenuhi dusta, kemunafikan, iri hati, dan fitnah. Sebaliknya, umat diajak memiliki kerinduan yang murni untuk bertumbuh di dalam Tuhan dengan “meminum air susu yang murni dan rohani”, yakni kebenaran firman Tuhan yang tidak tercemar dan tidak tercampur oleh hal-hal yang kotor. Firman Tuhan itulah yang memberi kekuatan bagi pertumbuhan rohani. Semakin besar kerinduan umat untuk bertumbuh, semakin cepat pula kedewasaan rohani terjadi dalam kehidupan mereka.
Youth, sebagai orang percaya, tumbuhkanlah dalam dirimu kerinduan yang besar akan firman Tuhan. Sediakanlah waktu yang memadai untuk membaca dan mendengarkan firman Tuhan. Firman Tuhan akan memberi pertumbuhan yang utuh dalam hidupmu. Terus milikilah kerinduan bertumbuh dalam Tuhan!
- Perbuatan apa saja yang menghambat pertumbuhan rohani menurut Petrus?
- Perbuatan apa saja yang menghambat pertumbuhan rohanimu?
Pokok Doa: Memiliki kerinduan bertumbuh dalam Tuhan.
