Sekarang ini banyak sekali orang yang mengejar “keabadian” dengan caranya sendiri, misalnya menjadi terkenal karena prestasi, viral di media sosial, atau dikenal karena kehebatannya dalam melakukan sesuatu. Segala sesuatu dilakukan supaya terkenal, baik melalui tindakan-tindakan yang terpuji maupun tindakan spontan demi menyenangkan diri sendiri. Faktanya, manusia hidup sementara dan fana. Popularitas pada akhirnya akan meredup dengan sendirinya, dan segala sesuatu akan berlalu.
Dalam Kisah Para Rasul 13:32–41, Paulus mengutip Kitab Mazmur dan menyampaikan bahwa kehidupan yang sejati ada di dalam Yesus Kristus. Kematian tidak membelenggu Yesus dalam tubuh manusia-Nya. Ia bangkit. Paulus menyatakan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi tanda kehidupan sejati, yaitu hidup yang tidak dihancurkan oleh dosa dan kebinasaan. Bagi setiap orang yang haus akan hidup sejati, Paulus menasihatkan agar bersandar kepada Kristus. Hal itu akan membuka jalan untuk berjumpa dengan janji kehidupan sejati dan mengalaminya. Sebab, di dalam Yesus Kristus ada pembebasan dan damai sejahtera.
Youth, dalam dunia ini tersedia banyak pilihan mengenai ke mana hidup hendak diarahkan. Setiap pilihan mengandung konsekuensi. Yesus menawarkan kehidupan sejati, yaitu hidup yang tidak bebas dari masalah, tetapi juga hidup yang tidak binasa. Hari ini, beranilah mengevaluasi diri serta menetapkan ke mana kamu mengarahkan langkah hidupmu. Undanglah Kristus masuk dan menjadi pusat hidupmu sehingga kamu memperoleh hidup sejati.
- Apa peringatan yang diberikan Paulus di ayat 40–41?
- Bagaimana cara praktis mengingat kebangkitan Yesus di tengah rutinitas kerja, studi, atau pelayanan?
Pokok Doa: Pemuda menyadari undangan Tuhan untuk merasakan hidup sejati.
