“To, kamu nggak mulai men ger jakan tugas prakaryamu?” tanya Kiki saat melihat adiknya santai bermain game. “Besok aja, Kak. Hari ini belum ada inspirasi,” jawab Tito. Dua hari telah lewat dan Tito belum mulai mengerjakan tugasnya. “To, Mama lihat tugas mubelum jadi. Dikumpulkan minggu depan, kan?” kali ini Mama yang mengingatkan. “Iya, Ma, mulai besok aja. Hari ini mood-ku lagi nggak bagus,” Tito kembali menunda. Lewat enam hari, Tito panik. Tugas harus dikumpulkan besok, tetapi ia belum mulai sama sekali.
Adik-adik, terkadang kita menunda pekerjaan karena merasa belum waktunya mengerjakan. Pengkhotbah mengingatkan kita akan kebiasaan menunda ini. Yuk, kita sama-sama membaca Pengkhotbah 11:4-6! Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai sesuatu. Terus menunggu waktu yang tepat bisa membuat kita melalaikan tugas.
Adik-adik, mari belajar dari Tito dan Pengkhotbah! Jangan tunda pekerjaan demi waktu yang sempurna. Tuhan senang dengan anak-anak yang disiplin dan bertanggung jawab.
Doa: Bapa di surga, tolong aku supaya rajin dan tidak menunda.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
