Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa rasa takut akan bertambah jika seseorang sendirian. Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan kehadiran pihak lain yang dapat dipercaya. Perasaan ditemani sangat berpengaruh dalam meningkatkan keberanian. Contohnya, saat lampu padam, seorang anak kecil akan merasa tenang saat mengetahui ada orangtua yang bersamanya, meskipun situasi masih gelap.
Kitab Ratapan ditulis di tengah suasana penderitaan yang mendalam. Penulis Kitab Ratapan menggambarkan betapa beratnya beban yang ia dan bangsanya tanggung. Dalam situasi paling gelap itu, TUHAN hadir dan memberi penghiburan dengan pernyataan: “Jangan takut!” Pernyataan ini menegaskan bahwa TUHAN bukanlah Allah yang jauh dan tak peduli. Ketika umat- Nya berseru, TUHAN tidak berdiam diri. Ia mendekat dan menemani. Allah tidak jauh dari orang yang berseru kepada- Nya. Ia memberi keberanian dan kekuatan.
Sahabat Senior, dalam situasi hidup yang membuat kita merasa sendirian, ditinggalkan, atau tidak dimengerti, ayat ini meyakinkan kita bahwa Tuhan hadir menemani secara pribadi dan intim. Pernyataan “Jangan takut!” adalah pelukan hangat dari Tuhan di tengah situasi terburuk sekalipun. Bukan karena pergumulan kita langsung lenyap, tetapi karena kehadiran-Nya memberi kekuatan dan keberanian. Jangan takut!
DOA:
Ya Tuhan, di tengah situasi yang gelap dan berat,ajar kami untuk tidak takut karena Engkau ada bersama kami, menemani dan memberi keberanian. Amin.
