Di hari libur, ponsel Deo tiba-tiba berbunyi. Ting! Begitu melihat notifikasi, Deo langsung bersorak kegirangan. Orang tuanya baru saja mengirimkan jatah bulanan kuota internet. Tanpa pikir panjang, ia membuka online game favoritnya dan bermain sepuasnya. “Mumpung libur!” pikirnya. Waktu berlalu tanpa terasa hingga tengah malam. Tiba-tiba, notifikasi baru muncul. “Kuota internet Anda hampir habis.” Deo terkejut dan menyesal. Dalam sehari, seluruh kuotanya ludes. Itu berarti ia harus menahan diri selama sebulan penuh tanpa internet.
Saat menafsirkan mimpi Firaun, Yusuf mendapati bahwa Mesir akan mengalami tujuh tahun kelimpahan. Namun, setelahnya Mesir akan mengalami tujuh tahun kelaparan. Oleh karena itu, Yusuf memperingatkan Firaun. Saat Mesir mendapatkan hasil panen yang berlimpah, mereka perlu berhati-hati. Jangan sampai bangsa Mesir menghabiskan semuanya karena terlalu larut dalam kegembiraan. Sebaliknya, Yusuf mengusulkan agar Firaun mengumpulkan seperlima hasil panen untuk disimpan sebagai persediaan. Yusuf tidak melarang orang-orang Mesir menikmati hasil panen itu. Namun, hasil itu perlu digunakan secara bijaksana. Artinya, orang-orang Mesir perlu memiliki rasa cukup. Allah berkarya memberikan berkat bukan hanya untuk menjaga kehidupan hari ini. Berkat-Nya pun Ia berikan untuk menjaga kehidupan sepanjang masa.
Teens, tidak salah kalau kita bergembira karena mendapatkan berkat. Pergunakanlah itu dengan bijaksana. Jangan sampai kegembiraan membuat kita lupa diri, seperti yang Deo alami. Tuhan pasti memiliki maksud saat memberikan berkat-Nya kepada kita. Jika berkat itu lebih dari yang kita butuhkan, tumbuhkanlah rasa cukup. Jangan boros agar berkat yang Tuhan berikan dapat kita rasakan senantiasa.
