Apa yang kamu lakukan jika kamu bersama tim bertanding game online, lalu kamu melakukan kesalahan dan membuat timmu kalah? Situasi ini dapat menggodamu untuk berbohong. “Jaringannya kurang support, jadi lag banget tadi.” Temanmu pun percaya, padahal jaringan internet di rumahmu baik-baik saja. Dalam hati, kamu tahu bahwa kamu sedang berbohong kepada mereka. Rasanya jadi nggak enak. Belum lagi, pada suatu saat kebohongan itu bisa terbongkar. Hidup dalam kebohongan sama sekali tidak membawa pengaruh positif. Kamu akan terjebak dalam ketakutan dan kegelisahan, bahkan tergoda untuk berbohong lagi demi menutupinya.
Teens, dalam renungan hari ini, Tuhan Yesus menghadapi Yudas yang sedang berbohong di depan para murid lainnya. Tuhan Yesus tahu bahwa Yudas berbohong karena ia akan menyerahkan Dia kepada imam-imam kepala demi uang. Tuhan Yesus sudah memberikan peringatan kepadanya. Namun, karena Yudas sudah terfokus pada rencananya untuk menyerahkan Tuhan Yesus, ia memilih berkata bohong kepada Yesus dan para murid lainnya. Ia tidak menyadari bahwa Tuhan Yesus mengetahui semua rencananya. Walaupun sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci bahwa Ia harus menjalani penderitaan itu, Tuhan Yesus tetap bersedih atas tindakan Yudas. Kelak, kebohongan Yudas menjadi beban berat bagi dirinya sendiri.
Teens, kebohongan merugikan dan menyesatkan diri sendiri. Seperti Yudas yang tidak menyadari kesedihan dan teguran Tuhan Yesus, kebohongan memiliki dampak yang sama pada masa kini. Kebohongan membuatmu melakukan hal-hal jahat. Kebohongan membuat orang-orang yang mengasihimu bersedih. Kebohongan menghalangi dirimu untuk menyadari teguran dan nasihat. Baik kecil maupun besar, kebohongan tetap berdampak buruk bagi masa depanmu. Jangan berbohong, ya. Tuhan tahu.
