Ada sekelompok orang berwisata di padang gurun. Mereka dipandu oleh seorang pria tua yang telah bertahun-tahun hidup di gurun. Saat sedang berjalan, salah satu wisatawan merasa ragu dan berkata, “Mengapa kita tidak mengambil jalur yang lebih lurus? Sepertinya lebih cepat.” Sang pemandu menjawab, “Jika kita pergi ke arah itu, kita akan kehabisan air sebelum tiba. Jalur yang kita ambil memang lebih panjang, tetapi di sepanjang jalan ini ada sumber air tersembunyi.”
Yesaya mengingatkan umat-Nya bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang berdaulat atas sejarah, yang sejak awal telah menetapkan segala sesuatu. Namun, umat Israel seringkali keras kepala dan menolak untuk mendengarkan tuntunan-Nya. Mereka ingin berjalan menurut kehendak mereka sendiri yang pada akhirnya malah membinasakan mereka. Meskipun begitu, TUHAN tetap mengasihani Israel dan memulihkan kehidupan mereka kembali.
Sahabat Senior, mungkin kita pun pernah merasakan jalan Tuhan tampak lebih sulit sehingga kita memilih jalan lain yang lebih mudah. Namun, semua itu malah membawa kita pada kehancuran. Sahabat Senior, tidak ada kata terlambat untuk mengubah arah jalan hidup kita. Percayalah bahwa Tuhan selalu menuntun kita di jalan yang terbaik; jalan keselamatan.
DOA:
Tuhan, terima kasih atas tuntunan- Mu di sepanjang jalan hidup kami. Mampukan kami untuk tetap berjalan di jalan-Mu. Amin.
