Setiap orang memiliki prioritas dalam kehidupannya. Demikian juga saat usia semakin bertambah, ada hal-hal yang kemudian menjadi perhatian utama dalam hidup kita. Tanpa disadari, semua itu dapat menyita pikiran dan hati kita. Berbagai hal yang kita anggap penting dalam kehidupan dapat membuat hubungan dengan Tuhan justru bergeser ke tempat yang tidak lagi utama.
Kitab Yosua pasal 24 memuat perkataan perpisahan Yosua di Sikhem sebelum ia meninggal. Ia menegaskan perjanjian ulang antara Allah dan Israel. Yosua mengingatkan kembali seluruh karya Allah sejak zaman Abraham hingga penaklukan Kanaan. Ia mengajak bangsa Israel memperbarui komitmen mereka kepada TUHAN. Yosua meminta bangsa Israel membuang ilah-ilah agar mereka dapat beribadah kepada TUHAN dengan tulus dan setia. TUHAN harus menjadi yang utama dalam kehidupan mereka.
Sahabat Senior, pada usia yang semakin lanjut, kita pun diingatkan untuk memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita. Kita diingatkan untuk beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati, tulus, dan setia. Mungkin kesehatan yang mulai menurun sering menuntut perhatian lebih, atau kita juga menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan masa depan anak cucu kita. Namun, tetaplah utamakan Tuhan dan andalkan Dia dalam menjalani hari-hari kita.
DOA:
Tuhan, ajarlah kami untuk beribadah kepada-Mu dengan tulus dan setia karena Engkaulah yang utama dalam hidup kami. Amin.
