Teens, pernahkah kamu merasa bahwa menjadi Kristen itu kok banyak sekali aturannya? Mau baptis ada syaratnya, mau sidi juga harus ikut kelas katekisasi yang berlangsung berbulan- bulan. Mau pelayanan pun perlu mengikuti kelas pembinaan terlebih dahulu. Sampai-sampai ada yang berkata, “Sudah syukur saya mau menjadi orang Kristen,” atau, “Sudah syukur saya mau melayani, ini kok dipersulit!”
Tuhan Yesus memang menetapkan syarat dan ketentuan bagi setiap orang yang mau mengikut-Nya. Pertama, harus menyangkal diri, yaitu mengutamakan kehendak Tuhan daripada kehendak diri sendiri. Misalnya, menolak ajakan bermain game yang mengandung unsur pornografi, walaupun akibatnya kamu tidak lagi dianggap teman. Kedua, harus memikul salib, artinya bersedia menghadapi situasi sulit meskipun kamu berada di pihak yang benar. Contohnya, ketika kamu sudah melayani dengan tulus tetapi disalahpahami, bahkan dituduh melakukan sesuatu yang tidak kamu lakukan. Namun, kamu tetap setia dan tidak mundur dari pelayanan. Ketiga, mengikut Tuhan, yakni kesediaan menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan dan teladan dalam setiap langkah kita. Mengapa menjadi orang Kristen itu sulit? Jawabannya, karena Tuhan Yesus menyelamatkan dunia bukan dengan cara mudah. Ia melakukannya melalui jalan salib yang berat dan penuh penderitaan.
Teens, hidup mengikut Tuhan memang tidak selalu mudah, tetapi juga tidak selalu sulit. Bersama Tuhan, selalu ada jalan keluar. Kita perlu menyadari bahwa menjadi Kristen itu terasa sulit atau mudah bukan karena banyaknya aturan, melainkan bergantung pada ketaatan kita kepada Tuhan. Dalam ketaatan itu, tidak ada lagi perintah Tuhan yang terasa terlalu sulit atau terlalu mudah dilakukan, sebab semuanya kita jalani dengan sukacita karena hati kita rela melakukannya.
