Eric Liddell adalah seorang pelari asal Skotlandia yang takut kepada Tuhan. Pada tahun 1924, dalam Olimpiade di Paris diadakan lomba lari seratus meter yang dijadwalkan pada hari Minggu. Eric menolak untuk mengikuti lomba tersebut karena baginya hari Minggu adalah hari untuk beribadah. Namun, di hari lain diadakan perlombaan lari kategori empat ratus meter. Eric memutuskan untuk mengikutinya, meskipun itu bukan bidangnya. Hasilnya, Eric menang. Eric menjadi bukti bahwa siapa pun yang memilih untuk taat kepada Tuhan tidak akan kehilangan apa pun. Tuhan justru memberikan upah yang lebih besar dari yang ia bayangkan.
Petrus pernah bertanya, “Kami sudah mengikut Engkau, lalu kami akan mendapat apa?” Pertanyaan itu menunjukkan adanya harapan untuk memperoleh upah dengan mengikuti Yesus. Tuhan Yesus menjawab bahwa mereka yang mengikut Dia akan mendapat tempat dalam kemuliaan bersama-Nya. Tidak hanya itu, selama hidup di dunia pun setiap pengikut Yesus akan diberkati berlipat ganda jika rela meninggalkan segala kenyamanannya demi mengikut Kristus. Tuhan menjamin bahwa setiap orang yang memilih untuk mengikut Yesus tidak akan kehilangan apa pun, justru akan diberkati secara berlimpah.
Teens, tidak perlu berpikir rumit seolah mengikut Yesus itu berat karena harus meninggalkan banyak hal. Mengikut Yesus pada zaman now bisa sesederhana menolak ajakan yang membuat kamu tidak beribadah pada hari Minggu. Ketika kamu menolak ajakan hang out karena ingin beribadah terlebih dahulu, itu sudah menjadi tanda kesetiaanmu. Jika kamu diminta mengisi sebuah acara yang bertepatan dengan jam ibadah, lalu kamu memilih untuk berkata, “Saya harus beribadah dulu, setelah ibadah saya bisa bergabung,” itu sudah menunjukkan bahwa kamu adalah pengikut Kristus yang setia.
