Ibu Lina merasa sedih karena Bandi bertengkar dengan anak-anak lain saat bermain bola di lapangan sekolah. Ibu Lina menasihati mereka bahwa sesama teman harus saling mengasihi satu sama lain. Mereka tidak boleh saling mengejek, berbuat nakal, atau curang saat bermain bersama.
Adik-adik, mari kita baca Kejadian 6:5-8! Pada zaman Nuh, Allah sedih ketika melihat manusia berbuat jahat dan tidak menaati perintah-Nya. Di antara orang-orang yang tidak taat, ada Nuh yang tetap mau taat dan hidup benar di hadapan TUHAN. Karena itu, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada Nuh dan memilih Nuh untuk membuat bahtera.
Adik-adik, orangtua dan guru kita akan sedih jika murid-muridnya bertengkar, sama seperti Tuhan yang sedih jika manusia yang diciptakan-nya berbuat jahat. Yuk, kita belajar untuk menyenangkan hati Tuhan, orangtua, dan guru kita dengan cara berkata jujur, hidup damai, tidak kasar, dan tidak mengejek teman.
Doa: Bapa yang di surga, kami mau menjadi anak-anak yang menyenangkan
hati-Mu. Amin.
