Kecanduan pornografi adalah kondisi ketika seseorang mengalami ketergantungan terhadap konten pornografi. Gejalanya antara lain kesulitan mengendalikan diri dari keinginan menonton pornografi secara terus-menerus. Hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak mampu menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik. Kondisi tersebut juga berdampak negatif pada kesehatan mental, fisik, serta hubungan sosial.
Dalam surat kepada jemaat di Efesus, Paulus mengingatkan mengenai perubahan hidup yang harus diperjuangkan oleh para pengikut Kristus. Paulus menyebut para pengikut Kristus sebagai anak-anak terang. Kehidupan anak-anak terang adalah kehidupan dalam kasih, sebagaimana diteladankan Allah melalui karya Yesus Kristus yang menebus manusia dari segala hukuman dosa. Oleh sebab itu, sebagai penerima anugerah keselamatan, pengikut Kristus harus hidup sebagai anak-anak terang yang menjauhkan diri dari percabulan dan kecemaran. Bahkan, Paulus mengatakan bahwa hal-hal seperti itu “disebut saja pun jangan di antara kamu.” Artinya, setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus harus bertekad untuk tidak terlibat dalam segala hal yang membuat hidupnya terpuruk. Paulus juga mengingatkan agar kita menguji segala sesuatu supaya hidup kita berkenan kepada Allah. Pengikut Kristus tidak boleh melakukan hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu yang mencelakakan, tetapi sebaliknya, harus membiarkan diri dituntun oleh Roh Kudus.
Teens, hidup sebagai anak-anak terang memang tidak mudah. Namun, ini adalah anugerah bagi kita, dan karena itu harus terus diperjuangkan. Sebab, kita tahu bahwa hidup sesuai dengan firman Tuhan akan membawa kita pada kemuliaan yang Tuhan sediakan. Jangan bebal, jadilah bijak. Gunakan waktu yang ada untuk terus belajar firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
