Ketika Kiki sedang bermain, sandal Kiki jatuh dan hilang di selokan. Saat membereskan rumah, Mama bertanya, “Kiki, di mana sandalmu yang berwarna ungu?” Hati Kiki gelisah. Ia merasa bersalah karena tidak bercerita kepada Mama. Akhirnya, Kiki menjelaskan apa yang terjadi. “Untung Kiki baik-baik saja dan hanya sandalnya yang hilang. Lain kali jujur saja. Percayalah Mama tidak marah,” kata Mama.
Adik-adik, mari membaca Kejadian 42:26-38! Bacaan hari ini men-ceritakan kegelisahan hati saudara-saudara Yusuf. Mereka takut di-anggap pengintai dan dituduh mencuri. Dalam hati mereka muncul rasa bersalah. Rasa bersalah karena mereka dulu pernah berbuat jahat kepada Yusuf. Namun, ini menjadi cara Allah membentuk saudara-saudara Yusuf agar mereka menyadari kesalahan mereka.
Adik-adik, ketika kita melakukan kesalahan, hati kecil kita selalu mengingatkan. Itulah cara Tuhan berbicara kepada kita. Bersyukurlah karena Tuhan selalu mengingatkan kita.
Doa: Bapa di surga, terima kasih karena selalu mengingatkan kami.
Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
