Rutinitas kuliah yang melelahkan, pekerjaan yang menuntut, dan masa depan yang terasa tak pasti, dapat dengan mudah membuat kita kehilangan arah. Terlebih lagi jika kita hidup tanpa pengharapan.
Rasul Petrus mengingatkan bahwa di dalam Kristus kita memiliki pengharapan yang hidup. Kristus adalah sumber pengharapan bagi setiap orang percaya. Pengharapan ini bukanlah harapan semu yang bergantung pada keadaan dunia, bukan pula harapan duniawi yang naik turun mengikuti suasana hati atau jumlah tanda suka di media sosial, melainkan pengharapan yang kokoh karena Yesus telah bangkit. Artinya, meskipun hari ini penuh dengan tantangan, hari esok tetap menyimpan kemungkinan yang besar karena Allah telah menyediakan warisan yang tidak dapat binasa. Petrus juga mengakui bahwa ada masa-masa ketika kita harus “berdukacita oleh berbagai pencobaan”. Namun, semua itu tidak terjadi tanpa tujuan. Melalui proses tersebut, iman kita diuji oleh api dan dimurnikan seperti emas.
Youth, setiap tekanan yang kamu alami—baik tugas kuliah yang menumpuk, tekanan pekerjaan yang menyesakkan, maupun pertanyaan besar tentang masa depan—dapat menjadi alat Tuhan untuk membentuk keteguhan imanmu. Dalam proses itu, pengharapan yang kita pegang bukan sekadar penghiburan yang mengharukan, melainkan janji kekal yang tidak tergoyahkan. Oleh karena itu, jangan menyerah. Percayalah bahwa kasih dan kuasa-Nya sedang bekerja. Teruslah melangkah dengan pengharapan, karena di dalam Kristus masa depanmu aman dan penuh makna.
- Apa yang dinasihatkan oleh Rasul Petrus tentang berharap?
- Apakah harapan yang kamu pegang agar dapat terus melangkah teguh?
Pokok Doa: Bertekun dalam pengharapan.
