Godaan seksual dapat datang menyerang kehidupan kita kapan saja. Tidak ada seorang pun yang kebal terhadap godaan ini. Karena itu, kita membutuhkan keteguhan hati dalam menghadapinya. Iblis terkadang memakai celah kecil dalam kehidupan kita, lalu memanfaatkannya untuk membuka kesempatan agar kita jatuh ke dalam jurang dosa. Berketetapan hati untuk tidak terjebak dalam situasi yang menggoda dan membuat terpuruk memang harus diperjuangkan. Ingat, semua tindakan yang salah akan berakibat buruk bagi kehidupan kamu.
Daud, dalam sebuah kesempatan, sedang berjalan-jalan di sotoh istananya. Dari situ, ia melihat seorang perempuan sedang mandi. Perempuan itu bernama Batsyeba, istri Uria, salah seorang prajurit Daud. Mestinya Daud tahu bahwa apa yang ia lihat dapat menjatuhkannya. Daud bisa saja mengambil keputusan untuk kembali masuk ke istana dan tidak terus memandangi Batsyeba yang sedang mandi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Daud mengirim orang untuk mencari tahu tentang perempuan itu, dan setelah ia tahu, ia malah melakukan kesalahan besar. Ia bahkan membunuh Uria, suami Batsyeba, demi menutupi dosanya. Hal itu merupakan kejahatan di mata TUHAN. Daud jatuh dalam dosa karena ia tidak menghindari godaan yang sebenarnya dapat ia tolak.
Teens, berhati-hatilah. Godaan sering dihadirkan iblis untuk membuat kamu jatuh dalam dosa. Belajarlah dari kisah Daud: kamu harus mampu memutus godaan dosa sejak awal ketika ia mulai mengintipmu. Kamu harus berani memutuskan untuk tidak melakukannya. Dosa itu tidak mudah dilepaskan; ia bahkan dapat membuat kita terus-menerus jatuh ke dalam lubang yang semakin dalam. Namun, Yesus sudah menebus kita dari dosa. Anugerah-Nya menyelamatkan kita. Jadi, putuskan untuk tidak lagi bermain-main dengan dosa!
