BRAKK! Kiki mendengar suara pintu rumah dibanting. Kaget, ia keluar dari kamar. Dilihatnya Tito cemberut. Tito marah dan kecewa. Nilai ulangan Matematikanya jelek. “Aku bodoh!” teriak Tito. Kiki memeluk adiknya. “Bukan bodoh, cuma salah. Kamu pasti bisa jika belajar lagi,” ujar Kiki menghibur.
Adik-adik, pernahkah kalian merasa gagal seperti Tito? Tentu tidak menyenangkan, ya, merasa gagal. Nabi Elia juga ternyata pernah merasa gagal, lho! Yuk, kita baca kisahnya di 1 Raja-Raja 19:1-8! Elia merasa tidak berhasil membawa seluruh Bangsa Israel kembali kepada TUHAN. Kegagalan itu membuat-Nya putus asa. Melihat hal ini, TUHAN tidak tinggal diam. Ia memberi makanan dan minuman untuk Elia. Setelah itu, Ia meminta Elia untuk terus berjalan.
Adik-adik, semua orang bisa mengalami kegagalan. Ingatlah bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya! Tuhan akan selalu memberikan kekuatan untuk kita bangkit. Banyak hal baik yang dapat kita temukan, justru ketika kita gagal.
Doa: Bapa yang di surga, tolong aku untuk tidak menyerah saat gagal.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
