Florence Nightingale (1820–1910) adalah perempuan yang lahir dalam keluarga bangsawan di Italia. Ia memilih menggunakan kemerdekaannya untuk bekerja sebagai perawat walaupun keluarganya menolak pilihannya. Saat terjadi perang pada tahun 1853–1856, ia memimpin tim perawat ke rumah sakit militer Inggris. Ia memperhatikan sanitasi dan memastikan pasien dirawat dengan baik sehingga angka kematian menurun drastis. Setelah perang berakhir, ia dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Namun, ia tidak mencari popularitas dan menyadari bahwa ia hanyalah hamba-Nya yang kecil, yang bersedia dipakai Tuhan. Ia tetap menekuni pekerjaannya sebagai pendidik dan perancang sistem kesehatan yang lebih baik. Semuanya itu dilakukannya untuk kemuliaan Tuhan.
Dalam 1 Petrus 2:11–17, Rasul Petrus mengingatkan penerima suratnya untuk hidup sebagai hamba Allah yang tidak menyalahgunakan kemerdekaannya untuk menyelubungi kejahatan. Petrus menyadari bahwa orang Kristen adalah “pendatang dan perantau” di dunia ini, yang harus hidup sesuai dengan identitas mereka sebagai umat pilihan Allah. Meskipun mereka telah dimerdekakan Allah dari maut, kemerdekaan itu harus digunakan untuk hidup sebagai hamba Allah. Dengan demikian, orang-orang lain yang tidak mengenal Allah dapat melihat orang Kristen sebagai teladan.
Youth, sebagai anak muda, kita tentu ingin hidup merdeka. Namun, ingatlah bahwa kemerdekaan Kristen adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Gunakanlah kebebasanmu untuk melayani dan menjadi duta Kristus di tengah lingkungan pekerjaan, gereja, dan masyarakat.
- Bagaimana seharusnya cara hidup hamba Allah?
- Apa makna kebebasan untukmu? Bagaimanakah seharusnya orang merdeka hidup?
Pokok Doa: Pemuda/i menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
