“Menginap di rumah Oma itu enak,” begitu cerita Sisil pada Gaby. “Aku kok merasa tidak enak di rumah omaku. Memangnya enaknya apa di rumah omamu?” tanya Gaby. “Apa pun yang aku minta pasti diberikan oleh Oma.” “Aduh, enak sekali ya,” kata Gaby. “Kalau omaku seperti omamu, aku akan menginap setiap hari.”
Sahabat Senior, semua orang ingin hidup dalam kebahagiaan. Itu sebabnya manusia mencari apa yang dapat membahagiakan dirinya. Ada yang mencari kekayaan dengan segala cara. Apakah mereka bahagia? Tidak juga. Ada lagi yang mengejar kebahagiaan dengan kekuasaan. Apakah mereka bahagia? Tidak juga. Kekuasaan kadang justru menyiksa karena selalu berhadapan dengan orang lain yang ingin merebutnya. Nabi Yesaya menemukan jawabannya: yang membawa pada kebahagiaan adalah mengikuti perintah TUHAN. Ketika seseorang memilih untuk mengikuti TUHAN, hidupnya akan dipenuhi damai sejahtera. Bahkan, kesejahteraan itu datang seperti ombak laut yang tidak pernah berhenti bergelombang.
Sahabat Senior pasti telah melewati banyak pengalaman hidup. Pengalaman-pengalaman itu membawa kesadaran bahwa kebahagiaan sejati diperoleh dari ketaatan berpegang pada firman Tuhan. Semua akan segera lenyap dan berlalu, tetapi firman Tuhan yang kekal mendatangkan kebahagiaan.
DOA:
Hati kami akan berbahagia, ya Tuhan, jika kami mencari Engkau dan belajar setia pada setiap firman-Mu. Amin.
