Pernahkah kamu mendengar teori efek kupu-kupu? Teori ini menggambarkan bahwa kepakan sayap kupu-kupu di suatu tempat dapat menyebabkan badai di belahan dunia yang lain. Artinya, setiap hal kecil sekalipun bisa berdampak besar dan tidak terduga. Demikian juga dengan apa yang kita lakukan dan katakan, semuanya dapat berpengaruh bagi orang lain.
Dalam Roma 14:13—15:2, Paulus mengingatkan jemaat di Roma untuk tidak lagi saling menghakimi. Sebaliknya, mereka diminta memeriksa diri, apakah segala pandangan, perkataan, dan perbuatan mereka berdampak bagi sesamanya, terutama bagi mereka yang imannya masih lemah. Paulus berkata, “Jangan kita menyebabkan saudara kita jatuh” (14:13). Sebagai contoh, kita tahu secara iman bahwa kita boleh memakan apa pun. Namun, jangan sampai kebebasan itu digunakan untuk melemahkan iman saudara kita. Sebab, orang yang kuat imannya wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat. Kedewasaan iman kita diukur dari kesediaan kita untuk berkorban demi membangun iman sesama.
Youth, periksalah setiap pilihan perkataan dan perbuatanmu. Apakah kamu sudah mengatakan dan melakukan hal-hal yang membangun bagi sesamamu? Pilihlah untuk menjadi berkat, bukan menjadi batu sandungan bagi sesamamu. Kita tidak perlu menjadi orang terkenal untuk dapat membawa dampak positif. Lihatlah kupu-kupu, kepakannya kecil, tetapi pengaruhnya bisa dahsyat. Dengan hikmat Tuhan, setiap senyuman, perkataan sederhana, dan perbuatan kecil dalam hidupmu dapat berdampak bagi sesamamu.
- Hal apa sajakah yang harus dikejar menurut Paulus?
- Apakah kamu pernah melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak salah, tetapi berdampak negatif bagi sesamamu? Berikan contohnya!
Pokok Doa: Pemuda/i Kristen memberi dampak positif bagi lingkungannya.
