Kaum muda terkadang berada dalam keraguan atas jalan hidupnya. Hal ini saya jumpai dalam beberapa kali pelayanan percakapan pastoral kepada rekan pemuda gereja. Salah satu penyebab keraguan yang sering muncul adalah kebimbangan terkait pilihan studi selanjutnya dan rencana setelah studi. Mereka membutuhkan pendampingan yang bersahabat dalam menghadapi keraguan seperti ini.
Mendampingi dengan penuh belas kasih. Itulah yang perlu dilakukan kepada saudara seiman yang mengalami keraguan berkaitan dengan ajaran yang benar tentang iman kepada Yesus Kristus. Penulis Surat Yudas memang banyak menyoroti ajaran palsu yang telah menimbulkan keraguan di antara umat Tuhan. Di tengah jemaat telah menyusup “orang-orang fasik”. Mereka menyebarkan ajaran yang mengizinkan manusia hidup sesuka hati dan melakukan hal-hal amoral. Bagi mereka, Allah Maha Baik dan selalu mengampuni dosa manusia. Mereka bahkan menyatakan bahwa Yesus Kristus bukan satu-satunya Tuhan yang berkuasa. Pengajaran sesat ini tentu meresahkan dan menimbulkan keraguan di kalangan umat Tuhan. Oleh karena itu, penulis Surat Yudas menyerukan agar umat kembali mengingat dan percaya pada ajaran para rasul Kristus. Umat didorong untuk teguh dalam iman kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan. Iman harus diwujudkan dalam tingkah laku yang baik dan teladan hidup yang benar. Mereka yang bimbang dan goyah perlu didampingi dengan kasih.
Youth, jangan menghakimi sesama yang ragu, goyah, bahkan jatuh. Sebaliknya, jadilah sahabat yang menguatkan, merangkul,
dan menemani.
- Bagaimana ajaran Alkitab tentang orang yang mengalami keraguan iman?
- Bagaimana caramu menolong orang terdekat yang mengalami keraguan iman?
Pokok Doa: Kokoh dalam iman kepada Yesus Kristus dan hidup benar.
