Seorang anak kecil sedang bermain petak umpet. Ia bersembunyi di balik gorden dan merasa sangat pintar karena mengira tidak ada yang melihatnya. Namun, ibunya tersenyum sambil berpura-pura mencari. Sebenarnya, sang ibu mengetahui tempat persembunyian anak itu, tetapi ia ingin memberi ruang bagi si kecil untuk merasa aman, lalu menjemputnya dengan pelukan. Bagi si anak, itu adalah momen ketika ia merasa dicintai meskipun “ketahuan”.
Mazmur 139 merupakan mazmur yang indah dan sangat pribadi. Pemazmur mengakui bahwa TUHAN mengenal dirinya sepenuhnya. Ia mengetahui pikiran, jalan hidup, bahkan kata-kata sebelum diucapkan. Pemazmur berkata, “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.” TUHAN bukan hanya mengetahui siapa kita secara lahiriah, tetapi juga isi hati kita yang terdalam. Ia melihat kita bahkan dalam kegelapan dan tetap mengasihi kita.
Sahabat Senior, di usia senja ini, mungkin kita merasa ada bagian hidup yang tidak dipahami oleh orang lain, seperti luka lama, penyesalan, atau kesepian. Namun, hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan mengenal kita sepenuhnya. Bahkan, Ia mengetahui hal-hal yang tidak dapat kita ungkapkan dengan kata-kata. Jangan takut untuk datang kepada-Nya dan berkata seperti pemazmur, “Selidikilah aku, ya Allah.” Sebab, Ia tidak menghakimi, melainkan memulihkan. Dikenal oleh Tuhan berarti dicintai tanpa syarat.
DOA:
Tuhan, Sang Pemilik Hidup, hanya Engkaulah yang paling mengenal dan mengasihi kami. Kami berserah sepenuhnya kepada-Mu. Amin.
