Jean Valjean adalah tokoh utama dalam novel Les Misérables karya Victor Hugo. Valjean dipenjara karena mencuri roti untuk keluarganya yang kelaparan. Setelah keluar dari penjara, ia menghadapi stigma sosial dan pahitnya hidup, membuat hatinya keras. Kehidupannya hampa tanpa tujuan. Suatu hari, ia bertemu Uskup Myriel, yang memberinya pengampunan dan melepaskan ia dari hukuman karena mencuri peralatan peraknya. Kasih dan belas kasihan sang uskup mengubah hidup Valjean—dari hati yang mati menjadi pribadi yang penuh kasih, menolong sesama, dan menemukan tujuan hidup.
Perikop yang kita baca menggambarkan kontras tajam antara kondisi lama manusia dan karya keselamatan Allah. Paulus melukiskan keadaan manusia sebelum Kristus: mati rohani, diperbudak dosa, dan berada di bawah penghukuman. Namun, Allah yang kaya rahmat dan besar kasih-Nya telah menghidupkan orang percaya bersama-sama dengan Kristus, sekalipun telah mati oleh kesalahan-kesalahannya. Dihidupkan bersama-sama dengan Kristus artinya keselamatan terikat pada kematian dan kebangkitan-Nya. Dengan demikian, orang percaya mengalami tiga realitas rohani: dihidupkan, dibangkitkan, dan ditempatkan bersama Kristus.
Youth, kasih dan karya anugerah Allah mengubah status dan masa depan orang percaya. Jika kuasa dosa menahanmu dan membuatmu mati secara rohani, ingatlah bahwa anugerah Allah jauh lebih kuat daripada belenggu apa pun. Allah melalui Kristus telah menghidupkanmu—maka hiduplah sebagai pribadi yang baru, berani meninggalkan dosa, dan melangkah dalam terang kasih-Nya.
- Apa yang dimaksud Paulus dengan ”kita telah mati oleh kesalahan kita”?
- Adakah belenggu dosa yang membuatmu mati secara rohani?
Pokok Doa: Bersyukur atas kasih-Nya yang menghidupkan dari kematian rohani.
