“Bandi, minggu lalu Bapak mengumumkan untuk membawa Alkitab dan buku catatan untuk kuis Alkitab,” kata Pak Tino. Namun, minggu lalu Bandi tidak memerhatikan karena sibuk berbicara. Saat kuis dimulai, Bandi kebingungan karena tidak membawa perlengkapan. Akhirnya, ia tidak bisa ikut kuis dengan baik dan hanya duduk menyesal.
Adik-adik, yuk, kita baca Ayu b 5: 17-18 ! Firman TUHAN mengajarkan bahwa orang yang menerima didikan Allah adalah orang yang berbahagia. Mengapa? Karena didikan Allah bukan untuk menyakiti, tetapi untuk memperbaiki kita. Saat kita ditegur atau diingatkan, itu tanda Allah sayang dan ingin kita menjadi lebih baik. Allah tidak membiarkan kita terus melakukan kesalahan.
Adik-adik, dari cerita Bandi kita belajar untuk mau mendengarkan dan menerima didikan. Jangan mengabaikan firman Tuhan serta nasihat guru dan orang tua. Kita harus menerima didikan Tuhan dengan hati yang mau belajar, sebab didikan-Nya membantu kita bertumbuh menjadi anak yang baik.
Doa: Bapa di surga, mampukan aku menerima segala didikan dari Tuhan
maupun orang-orang di sekelilingku. Amin.
