Saat Pak Tino meminta murid-murid menggam-bar pohon keluarga, tiba-tiba Lisa menangis. “ Lisa, kenapa kamu menangis?” tanya Kiki panik. Kiki lalu teringat bahwa papa Lisa sudah meninggal. Kiki pun memeluk Lisa tanpa mengatakan apa-apa. Kiki tidak ingin berbicara banyak. Ia khawatir kata-katanya justru membuat Lisa semakin bersedih.
Adik-adik, yuk, kita baca Ayub 13:5! Saat Ayub kehilangan anak-anak serta seluruh hartanya, sahabat-sahabatnya justru menuduhnya berbuat dosa sehingga mengalami pen-deritaan itu. Perkataan sahabat-sahabatnya membuatnya semakin bersedih. Karena itu, Ayub mengatakan bahwa lebih baik mereka diam daripada mengeluarkan kata-kata yang menyakiti. Diam akan lebih bijaksana daripada memberikan nasihat yang keliru.
Adik-adik, saat teman kita bersedih, kita tidak harus banyak bicara. Kehadiran, pelukan, dan sikap diam bisa lebih berarti. Jangan tergesa menasihati. Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita menjadi teman yang menguatkan.
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk bersimpati dan belajar untuk diam dengan
baik saat orang lain bersedih. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
