Secara biologis, manusia bisa bertahan tanpa makan selama 3 minggu, tetapi kesesakan atau tekanan batin bisa menghancurkan dalam hitungan hari. Kesesakan seperti depresi atau kecemasan berat, bisa mempercepat gangguan tubuh, bahkan kematian. Penelitian menunjukkan bahwa saat seseorang mengalami tekanan batin, jantung akan berdetak lebih cepat, napas memburu, dan otot tegang. Artinya, kesesakan batin benar- benar berdampak pada tubuh.
Mazmur yang kita baca menggambarkan pengalaman batin Daud. Di tengah kesesakan yang teramat sangat, Daud justru memproklamasikan imannya. Ia mengalami penderitaan fisik dan mental, tetapi tetap berpegang kepada Allah sebagai sumber pengharapan dan keselamatan. Ia memilih percaya kepada TUHAN dan mengakui-Nya sebagai satu-satunya penguasa. Daud tidak menunggu semuanya menjadi baik untuk percaya, justru dalam kekacauan itulah ia mengarahkan imannya kepada Allah. Ini menjadi titik balik dari ratapan menuju pengharapan.
Sahabat Senior, dalam hidup, ada saat kita mengalami kesesakan: kesehatan terganggu, relasi rusak, masalah yang bertubi-tubi, atau harapan yang pudar. Belajar dari Daud, mari kita memilih percaya kepada Tuhan, meskipun segala sesuatu tampak bertentangan dengan harapan. Hanya Tuhan yang sanggup membebaskan kita dari penderitaan fisik dan mental.
DOA:
Tuhan, ajar kami untuk percaya kepada-Mu, bukan hanya ketika semuanya baik, tetapi terutama di tengah kesesakan. Engkaulah Allah kami, dan kepada-Mulah kami bersandar. Amin.
