Tanaman bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya lenting yang tinggi. Batang bambu yang masih muda mampu dibengkokkan dengan sudut ekstrem, namun dapat kembali lagi tanpa mengalami patah. Dengan demikian, kelenturan bambu muda menjadi salah satu keunikannya.
Daya lenting inilah yang juga diceritakan oleh Rasul Paulus dalam perjalanan pelayanan pekabaran Injil yang ia lakukan. Kepada jemaat di Filipi, ia mengatakan, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan” (ayat 12a). Hal ini menunjukkan bahwa dalam perjalanan misinya, Paulus mendapatkan berbagai pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Meski demikian, dinamika pelayanan yang dialaminya tidak membuatnya berkecil hati dan patah semangat. Ia mampu menghadapinya dengan mencukupkan diri dalam setiap keadaan. Arti mencukupkan diri adalah ketika ia berkelebihan, ia tidak terjebak untuk berfoya-foya. Sebaliknya, ketika ia berkekurangan, ia tetap bersyukur dan bertahan dengan apa yang dimilikinya. Inilah daya lenting yang dimiliki oleh Paulus dalam pelayanannya.
Youth, daya lenting ini penting untuk berani menghadapi situasi apa pun. Namun, semua itu dapat kita peroleh bersama Tuhan Yesus, seperti yang diungkapkan oleh Paulus, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (ayat 13). Dengan demikian, kita tidak akan menyerah dalam menghadapi situasi yang sulit sekalipun. Marilah kita belajar memiliki hati yang lentur, yang tetap teguh dalam iman di setiap keadaan.
- Apa yang membuat Rasul Paulus bisa menanggung segala perkara?
- Apa yang membuat kita sulit untuk memiliki daya lenting?
Pokok Doa: Memiliki daya lenting dalam menghadapi pergumulan.
