Corrie ten Boom adalah perempuan Belanda yang menolong orang-orang Yahudi dari kejaran tentara Nazi. Ia dan keluarganya dipenjara di kamp konsentrasi. Setelah pemerintahan Nazi berakhir, ia tidak sengaja berjumpa dengan komandan kamp konsentrasi di gereja. Saat melihat wajah sang komandan, Corrie dipenuhi amarah yang besar. Ada hasrat untuk membalas dendam. Namun, ia berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya, ia tiba-tiba mengingat perintah Tuhan Yesus untuk mengasihi sesama, termasuk orang yang berbuat jahat kepadanya. Setelah berdoa, Corrie merasakan bahwa Tuhan mengaruniakan belas kasih di hatinya kepada komandan tersebut. Corrie kemudian mengambil secangkir cokelat hangat dan memberikannya kepada komandan tersebut.
Dalam 1 Yohanes 3:11, Yohanes mengingatkan umat Tuhan untuk saling mengasihi. Mengasihi memang mudah dilakukan jika kondisi baik-baik saja. Namun, hal itu akan sangat sulit dilakukan jika kemarahan, iri hati, dan dengki muncul di hati kita. Kain, yang membunuh adiknya ketika iri hati merasukinya, adalah salah satu contohnya. Orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh bagi sesamanya, dan barang siapa tidak mengasihi, ia tetap berada di dalam maut. Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk mengasihi sesama. Sebab, Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.
Youth, apakah kamu memiliki rasa iri hati, kemarahan, atau kebencian kepada sesamamu? Jika hal tersebut muncul di dalam hatimu, utarakanlah dengan jujur kepada Tuhan. Mintalah Tuhan untuk melembutkan hatimu sehingga kamu dapat belajar mengasihi sesamamu.
- Mengapa dunia membenci orang percaya yang hidup dalam kasih?
- Apakah kamu masih memiliki kemarahan atau iri hati terhadap seseorang?
Pokok Doa: Pemuda/i Kristen diberi hati untuk mengasihi.
