“Ki, Di, nanti sore main, yuk!” ajak Edo saat istirahat. Kiki dan Didi saling memandang. “Mau sih, Do, tapi ‘kan besok harus mengumpulkan tugas Matematika,” ucap Kiki. “Lho, kalian pake ChatGPT aja! Tinggal minta dikerjakan dan kalian salin!” ujar Edo. “Enggak deh, Do, kita kerjakan sendiri aja,” jawab Didi. Keesokan harinya, Ibu Guru meminta setiap anak maju ke depan untuk membahas tugas mereka. Edo terlihat gelagapan, tidak mampu menjelaskan.
Adik-adik, boleh tidak sih, kita menggunakan ChatGPT? Yuk, kita dengar nasihat Paulus untuk jemaat di Korintus. Mari kita membaca 1 Korintus 10: 23! Paulus mengingatkan bahwa walaupun semua hal diperbolehkan, tidak semua hal itu membangun atau berguna. ChatGPT memang dapat membantu mengerjakan tugas kita. Tapi kita belum tentu paham apa yang dikerjakan.
Adik-adik, teknologi seperti ChatGPT memang bisa sangat memu-dahkan. Namun, kita harus tetap bijak menggunakannya! Tetaplah belajar, jangan hanya menyalin!
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk bijak dalam menggunakan teknologi.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
