Karel gelisah. Ia menatap kertas ulangan Matematikanya yang masih kosong setengah. Lupa hari ini ulangan, Karel malah bermain seharian kemarin. Ia menengok ke kanan dan kiri. Tanpa sengaja ia melihat kertas ulangan Didi. Jawabannya terlihat jelas. “Gimana kalau aku lihat sedikit saja? Aku tidak mau nilai ulanganku jelek,” batin Karel. Waktu terus ber-jalan dan ia harus mem-buat keputusan.
Adik-adik, godaan bisa datang kapan saja, termasuk saat ulangan. Karel tahu menyontek itu tidak baik, tapi ia berusaha mencari alasan. Apa kata Alkitab tentang ini? Yuk, kita baca Amsal 4:25-27! Penulis Kitab Amsal mengingatkan kita untuk tetap berjalan lurus. Meskipun dalam situasi sulit, kita harus tetap bertindak benar dan tidak boleh menyimpang.
Adik-adik, tetap berada di jalan yang lurus tidak selalu mudah. Bisa saja karenanya, kita mendapat cemooh atau nilai jelek. Dalam situasi sulit seperti itu, kita harus menguatkan tekad untuk terus bertindak benar. Tuhan ingin melihat anak-anaknya di jalan yang benar.
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk jujur dalam belajar.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
