Ada seorang teman yang sudah dewasa, tetapi selalu mengucapkan kata-kata kasar, bahkan kotor. Hal itu disebabkan karena sejak remaja ia memang terbiasa mengucapkan kata-kata tersebut. Kadang, ia melontarkan sumpah serapah. Dari mulutnya kadang keluar kata-kata “kebun binatang”. Tidak jarang pula, beberapa kali ia mengucapkan kata- kata kotor dengan menyebutkan alat kelamin dalam percakapan yang biasa ia lakukan. Dalam suatu percakapan, ia mengatakan bahwa kesibukannya saat ini adalah menjadi pelayan Tuhan sebagai worship leader di sebuah gereja. Namun, bahasa percakapan yang digunakannya membuat kami semua yang mendengarnya bingung—apakah ia sudah mengalami perubahan dalam hidupnya atau belum.
Paulus menasihati jemaat di Kolose untuk mematikan dalam diri mereka segala sesuatu yang tidak menunjukkan jati diri sebagai pengikut Tuhan. Beberapa di antaranya adalah percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan. Semua itu, kata Paulus, sama dengan penyembahan berhala dan akan mendatangkan murka Tuhan bagi orang-orang yang tidak taat. Paulus mengatakan bahwa setiap orang yang telah menerima anugerah Allah harus menanggapi anugerah itu dengan mempersembahkan diri. Persembahan diri dilakukan dengan mengupayakan pembaruan hidup. Paulus juga meminta agar setiap orang membuang perkataan kotor yang keluar dari mulutnya. Paulus menekankan pentingnya pembaruan diri dan perubahan perilaku para pengikut Kristus.
Teens, bagaimana dengan hidupmu? Apakah kamu sudah mengalami pembaruan diri yang signifikan sejak mengikut Yesus? Apakah kamu sudah mematikan dalam dirimu segala sesuatu yang tidak menunjukkan jati diri sebagai pengikut Tuhan? Jika belum, saatnya kamu mengambil komitmen dan keputusan untuk berubah menjadi manusia baru yang diselamatkan oleh anugerah Allah.
