John Wesley, perintis gerakan Methodis, adalah orang yang sangat tekun dalam pembacaan Kitab Suci. Ia membaca Alkitab secara teratur dan merenungkannya setiap hari. Alkitab menjadi pedoman hidupnya. Ketekunannya dalam membaca dan merenungkan firman inilah yang memberinya semangat untuk mengabarkan Injil kepada ribuan orang. Hidupnya menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dalam pembacaan firman Tuhan akan menghasilkan buah.
Pemazmur juga sangat mencintai Taurat TUHAN. Dalam Mazmur 119:97–104, ia mengatakan bahwa dirinya merenungkan Taurat TUHAN sepanjang hari. Perintah TUHAN membuat pemazmur lebih bijaksana, lebih berakal budi daripada semua pengajarnya, dan lebih berpengertian daripada orang-orang tua. Pendalaman akan firman TUHAN membuatnya peka terhadap perangkap kejahatan dan dusta sehingga ia dapat menahan diri agar tidak terjerumus ke dalamnya. Dengan demikian, firman TUHAN menjadi kompas hidupnya.
Youth, sebagai pemuda-pemudi Kristen, kita juga dipanggil untuk bertekun dalam firman-Nya. Hanya firman Tuhanlah sumber hikmat sejati yang, apabila kita renungkan secara mendalam, dapat menolong kita menjauhi kesesatan. Biarlah membaca firman Tuhan menjadi suatu kerinduan dalam hidupmu. Mulailah dengan langkah praktis, yaitu menetapkan waktu khusus untuk membaca Alkitab setiap hari, baik pada pagi maupun malam hari. Renungkanlah kaitan firman Tuhan itu dengan kehidupanmu sehari-hari. Tulislah refleksi dari pembacaan tersebut dan bagikanlah kepada orang-orang terdekatmu. Merenungkan firman Tuhan akan membawa kepada kebijaksanaan.
- Mengapa pemazmur sangat mencintai Taurat Tuhan?
- Pernahkah kamu tiba-tiba teringat pada ayat Alkitab tertentu saat sedang bergumul atau harus membuat keputusan? Ceritakanlah!
Pokok Doa: Pelayanan Lembaga Alkitab Indonesia.
