Corrie Ten Boom dan Betsy pernah dipenjara di kamp konsentrasi Nazi yang penuh kutu. Awalnya, Corrie marah dan jijik melihat kutu-kutu itu. Namun, Betsy mengajaknya untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu, bahkan atas kutu-kutu tersebut. Mula-mula, hal itu tidak masuk akal bagi Corrie. Namun, ia mengikuti nasihat saudaranya. Ternyata, kutu-kutu itu membawa berkat. Para penjaga Nazi pun akhirnya jarang masuk ke barak karena merasa jijik dengan kutu-kutu tersebut. Dampaknya, mereka bebas membaca Alkitab dan beribadah bersama sesama tahanan tanpa takut ketahuan.
Paulus menulis Surat Filipi ketika ia berada di dalam penjara. Namun, Surat Filipi justru diawali dengan ucapan syukur Paulus atas persekutuan jemaat Filipi. Paulus tetap bersyukur, bahkan bersukacita, meskipun sedang berada di dalam penjara setidaknya karena dua hal. Pertama, keterlibatan jemaat Filipi dalam pekabaran Injil sejak awal hingga Paulus berada dalam penjara. Kedua, Paulus menemukan makna di balik penderitaan yang sedang dialaminya. Ia melihat bahwa pemenjaraannya telah menyebabkan banyak orang menjadi percaya. Sebab, semua orang mengetahui bahwa ia dipenjara karena Kristus. Hal ini mendorong orang-orang percaya untuk semakin berani memberitakan firman Tuhan.
Youth, rasa syukur memampukan kita melihat kehadiran Allah, bahkan pada masa sulit sekalipun. Bagaimana dengan kehidupanmu? Apakah kamu sedang menghadapi berbagai tantangan atau kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan ekspektasimu? Belajarlah untuk bersyukur dalam segala keadaan.
- Mengapa Paulus tetap bisa bersukacita sekalipun ia dipenjara?
- Ceritakanlah pengalamanmu melihat penyertaan Tuhan di dalam kondisi sulit sekalipun!
Pokok Doa: Pemuda/i yang sedang menghadapi situasi sulit dalam hidup.
