Opa Andre dan Oma Intan sebulan lalu berselisih. Mereka sama-sama anggota paduan suara. Perselisihan mereka terkait seragam. Keduanya sama-sama merasa usulannya lebih baik. Tidak ada yang mau kalah. Akibat perselisihan itu, keduanya tidak mau saling berbicara. Jika berpapasan, mereka membuang muka. Kalaupun datang berlatih, keduanya memasang wajah cemberut.
Sahabat Senior, bagaimana perasaan Musa melihat wajah umat yang dipimpinnya cemberut? Tentu tidak menyenangkan. Musa berbicara, mereka menutup telinga. Musa memanggil, mereka tidak mau mendengar. Bahkan, mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan Musa telah membawa mereka pada penderitaan. Ketika tidak ada makanan, mereka marah. Ketika tidak ada minuman, mereka juga marah. Suasana perjalanan menjadi tidak nyaman. Berjalan satu kilometer terasa seperti sepuluh kilometer. Tetapi Musa sabar. Ia tahu apa yang dilakukannya sesuai dengan kehendak TUHAN. Musa percaya TUHAN pasti menolongnya di tengah persoalan itu.
Sahabat Senior, bersungut-sungut tidak sehat bagi diri sendiri dan orang lain. Bersungut-sungut membuat kita merasa tersakiti. Bersungut-sungut juga mengganggu kehidupan bersama. Perbedaan pendapat biasa terjadi. Marah itu wajar. Cemberut boleh, tetapi jangan berkepanjangan. Itu bisa membuat semuanya menjadi susah.
DOA:
Tuhan, saat kami sedang kecewa dan merasa orang lain tidak mengerti kami, berikanlah kami hati yang sabar. Tolong kami untuk tetap bersikap ramah meskipun tidak mudah. Amin.
